Kecerdasan Buatan (AI) pada Sistem Robotik

  1. Pengertian Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

Apakah Artificial Intelligence (AI) atau Intelegensi Buatan atau kepintaran buatan itu? AI dapat didefinisikan sebagai suatu mesin atau alat pintar (biasanya adalah suatu komputer) yang dapat melakukan suatu tugas yang bilamana tugas tersebut dilakukan oleh manusia akan dibutuhkan suatu kepintaran untuk melakukannya. Definisi ini tampaknya kurang begitu membantu, karena beberapa ahli berpendapat, kepintaran seperti apakah yang dapat dikategorikan sebagai artificial intelleigence.

Menurut Avron Barr dan Edward E. Feigenbaum, Artificial Intellegence adalah sebagian dari komputer sains yang mempelajari (dalam arti merancang) sistem komputer yang berintelegensi, yaitu sistem yang memiliki karakteristik berpikir seperti manusia.

Kecerdasan buatan (bahasa Inggris: Artificial Intelligence) didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitasbuatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika (wikipedia).

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas (H. A. Simon [1987]).

Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia (Rich and Knight [1991]).

Kecerdasan Buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan (Encyclopedia Britannica)

 

  1. Pengertian Robotika

Istilah robot berawal bahasa Cheko robota yang berarti pekerja yang tidak mengenal lelah atau bosan. Sedangkan secara terminologi, arti yang paling tepat dengan istilah robot mengandung pengertian System atau alat yang digunakan untuk menggantikan kinerja manusia secara otomatis.

Robot yang dibuat manusia tidak boleh bertentangan dengan Laws of Robotics yang dikemukakan oleh Isaac Asimov. Di kalangan umum pengertian robot selalu dikaitkan dengan “makhluk hidup” berbentuk orang maupun binatang yang terbuat dari logam dan bertenaga listrik (mesin). Sementara itu dalam arti luas robot Adalah suatu alat yang dalam batas-batas tertentu dapat bekerja sendiri (otomatis) sesuai dengan perintah yang sudah diberikan oleh perancangnya. Dengan pengertian ini sangat erat hubungan antara robot dan otomatisasi sehingga dapat dipahami bahwa hampir setiap aktivitas kehidupan modern makin tergantung pada robot dan otomatisasi.

 

2.1.  Jenis –jenis Bentuk Robot

  1. Robot Mobile

Robot Mobil atau Mobile Robot adalah konstruksi robot yang ciri khasnya adalah mempunyai aktuator berupa roda untuk menggerakkan keseluruhan badan robot tersebut, sehingga robot tersebut dapat melakukan perpindahan posisi dari satu titik ke titik yang lain. Robot mobil ini sangat disukai bagi orang yang mulai mempelajari robot. Hal ini karena membuat robot mobil tidak memerlukan kerja fisik yang berat. Untuk dapat membuat sebuah robot mobile minimal diperlukan pengetahuan tentang mikrokontroler dan sensor-sensor elektronik.Base robot mobil dapat dengan mudah dibuat dengan menggunakan plywood /triplek, akrilik sampai menggunakan logam ( aluminium ). Robot mobil dapat dibuat sebagai pengikut garis ( Line Follower ) atau pengikut dinding ( Wall Follower ) ataupun pengikut cahaya.

  1. Robot Jaringan

Robot jaringan adalah pendekatan baru untuk melakukan kontrol robot menggunakan jaringan internet dengan protokol TCP/IP. Perkembangan robot jaringan dipicu oleh kemajuan jaringan dan internet yang pesat. Dengan koneksi jaringan, proses kontrol dan monitoring, termasuk akuisisi data bila ada, seluruhnya dilakukan melalui jaringan. Keuntungan lain, koneksi ini bisa dilakukan secara nirkabel.Di Indonesia, pengembang robot jaringan belum banyak, meski pengembang dan komunitas robot secara umum sudah banyak. Hal ini disebabkan tuntutan teknis yang jauh lebih kompleks. Salah satu robot jaringan yang sudah berhasil dikembangkan adalah LIPI Wireless Robot (LWR) yang dikembangkan oleh Grup Fisika Teoritik dan Komputasi– GFTK LIPI.Seperti ditunjukkan di LWR, seluruh proses kontrol dan monitoring bisa dilakukan melalui perambah internet. Lebih jauh, seluruh sistem dan protokol yang dikembangkan untuk LWR ini telah dibuka sebagai open-source dengan lisensi GNU Public License (GPL) di SourceForge dengan nama openNR.

  1. Robot Manipulator ( tangan )

Robot ini hanyak memiliki satu tangan seperti tangan manusia yang fungsinya untuk memegang atau memindahkan barang, contoh robot ini adalah robot las di Industri mobil, robot merakit elektronik dll.

  1. Robot Humanoid

Robot yang memiliki kemampuan menyerupai manusia, baik fungsi maupun cara bertindak, contoh robot ini adalah Ashimo yang dikembangkan oleh Honda. Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan). Robot biasanya digunakan untuk tugas yang berat, berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor. Biasanya kebanyakan robot industri digunakan dalam bidang produksi. Penggunaan robot lainnya termasuk untuk pembersihan limbah beracun, penjelajahan bawah air dan luar angkasa, pertambangan, pekerjaan “cari dan tolong” (search and rescue), dan untuk pencarian tambang. Belakangan ini robot mulai memasuki pasaran konsumen di bidang hiburan, dan alat pembantu rumah tangga, seperti penyedot debu, dan pemotong rumput.

  1. Robot Berkaki

Robot ini memiliki kaki seperti hewan atau manusia, yang mampu melangkah, seperti robot serangga, robot kepiting dll.

  1. Flying Robot (Robot Terbang)

Robot yang mampu terbang, robot ini menyerupai pesawat model yang deprogram khusus untuk memonitor keadaan di tanah dari atas, dan juga untuk meneruskan komunikasi.

  1. Under Water Robot (Robot dalam air)

Robot ini digunakan di bawah laut untuk memonitor kondisi bawah laut dan juga untuk mengambil sesuatu di bawah laut.Ada beberapa unjuk kerja robot yang perlu diketahui, antara lain:

  • Resolusi adalah perubahan gerak terkecil yang dapat diperintahkan oleh sistem kontrol pada lingkup kerja manipulator.
  • Akurasi adalah besarnya penyimpangan/deviasi terhadap masukan yang diketahui
  • Repeatability adalah kemampuan robot untuk mengembalikan end effector (pemegang/griper) pada posisinya semula
  • Fleksibilitas merupakan kelebihan yang dimiliki oleh robot secara umum jika dibandingkan dengan mesin konvensional. Hal ini pun tergantung kepada pemprogram dalam merencanakan pola geraknya.

 

2.2.  Manfaat Robot

Seperti yang kita ketahui secara umum, robot berfungsi untuk membantu dan

menggantikan kinerja manusia yang membutuhkan ketelitian yang tinggi dan mengurangi bahkan menghilangkan risiko kecelakaan yang cukup tinggi jika manusia melakukan suatu pekerjaan. Jika dijabarkan, robot memiliki beberapa manfaat antara lain :

  • Untuk meningkatkan produksi melalui otomasi di industri
  • Menciptakan tenaga kerja yang berkinerja tinggi dan dapat bekerja 24 jam
  • Untuk menjalankan pekerjaan yang memerlukan ketelitian tinggi
  • Menggantikan manusia dalam pekerjaan yang bersifat selalu berulang-ulang
  • Sebagai alat bantu manusia dalam melakukan eksperimen ilmiah di luar angkasa

 

  1. Kesimpulan

Bisa dikatakan bahwa robot sangatlah bermanfaat bagi manusia. Manusia bisa memanfaatkan robot untuk mengefektifkan pekerjaan manusia. Untuk masalah cara kerja robot, intinya robot itu hanya merespon rangsangan yang diterimanya dari lingkungan sekitar, maksudnya lingkungan memberikan rangsangan yang akan diterima sensor, kemudian sensor akan mengirim sinyal ke pusat pengolah data dari robot (chip-nya), kemudian chip dari robot memproses rangsangan tersebut kemudian memutuskan komponen mana yang akan bekerja. Komponen yang dipilih chip akan memberikan respon ke lingkungan seolah-olah robot paham dan mengerti rangsangan dari lingkungan.

 

  1. Saran

Robot merupakan fenomena globalisasi yang terjadi di era modern dan serba digital pada dewasa ini, manusia bisa memanfaatkan robot dalam membantu pekerjaanya. Namun demikian sebaiknya kita tidak terlalu bergantung kepada robot untuk kedepannya karena pada dasarnya robot diciptakan hanya untuk membantu bukan untuk menggantikan peran manusia secara keseluruhan, peran manusia juga diperlukan meskipun sebenarnya robot bisa melakukannya namun tidak untuk menggantikan manusia secara umum. Karena bekerja merupakan unsur hakikat manusia.

 

 

Referensi:

http://inidevice.blogspot.co.id/2016/01/kepintaran-buatan-pada-robot.html

http://kuliah-ai-ubibwi.blogspot.co.id/2012/11/robotika.html

http://ikhwantrikuncoro.blogspot.co.id/2012/11/makalah-pemanfaatan-robot_9.html

 

 

 

Iklan

Decision Support System

Konsep Decision Support System pertama kali dinyatakan oleh Michael S. Scott Morton pada tahun 1970 dengan istilah “Management Decision System” (Sprague and Watson: 1993: 4) (Turban: 1995) (McLeod: 1995). Setelah pernyataan tersebut, beberapa perusahaan dan perguruan tinggi melakukan riset dan mengembangkan konsep Decision Support System. Pada dasarnya DSS dirancang untuk mendukung seluruh tahap pengambilan keputusan mulai dari mengidentifikasi masalah, memilih data yang relevan, menentukan pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sampai mengevaluasi pemilihan alternatif.

Decision Support System atau Sistem Pendukung Keputusan / SPK, secara umum didefinisikan sebagai sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan baik kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pemgkomunikasian untuk masalah semi-terstruktur. Secara khusus, SPK didefinisikan sebagai sebuah sistem yang mendukung kerja seorang manajer maupun sekelompok manajer dalam memecahkan masalah semi-terstruktur dengan cara memberikan informasi ataupun usulan menuju pada keputusan tertentu.

 

 1. Pengelompokkan Jenis-jenis Decision Support System

Dalam DSS juga mengadopsi beberapa unsur untuk menyusunnya, salah satunya yaitu menggunakan hubungan dengan pengguna sebagai kriterianya, Haettenschwiler dalam bukunya mengemukakan bahwa DSSdibedakan menjadi pasif, aktif dan kooperatif atau kerja sama.

  • DSS pasif adalah sistem yang membantu proses pengambilan keputusan, tetapi tidak dapat memberi saran keputusan atau solusi yang tegas,
  • DSS aktif dapat memberi memberi saran atau solusi tersebut dengan tegas dan jelas.
  • Cooperative DSS memungkinkan untuk proses berulang-ulang antara manusia dan sistem terhadap pencapaian solusi konsolidasi. Pembuat keputusan dapat memodifikasi, melengkapi atau memperbaiki saran keputusan yang disediakan oleh sistem untuk validasi.

Daniel Power membuat pengelompokkan lain untuk DSS berdasarkan mode of assistance. Dia membedakan DSS menjadi beberapa jenis, yakni communication-driven DSS, data-driven DSS, document-driven DSS, knowledge-driven DSS, dan model-driven DSS.

  • Communication-driven DSS memungkinkan kerjasama, mendukung lebih dari satu orang untuk menjalankan tugas bersama. Contohnya termasuk aplikasi terpadu seperti Google Docs atau Microsoft Groove.
  • Data-driven DSS menekankan akses dan manipulasi dari dari time series data internal perusahaan dan kadang juga mengakses dari data eksternal.
  • Document-driven DSS memungkinkan untuk mengelola, mengambil dan memanipulasi informasi terstruktur dalam berbagai format elektronik.
  • Knowledge-driven DSS menyediakan keahlian pemecahan masalah khusus untuk disimpan sebagai fakta, aturan, prosedur atau struktur yang serupa.
  • Model-driven DSS menekankan akses dan manipulasi dari statistik, keuangan, optimasi dan model simulasi. Jenis ini menggunakan data dan parameter yang disediakan pengguna untk membantu pembuat keputusan dalam menganalisis situasi.

 

 2. Komponen Decision Support System

Tiga komponen dasar dari rancangan DSS adalah :

  • Database atau basis pengetahuan
  • Model yang meliputi konteks keputusan dan kriteria pengguna
  • User interface

Selain tiga komponen dasar tersebut, para pengguna sendiri juga termasuk komponen yang penting dari desain atau rancangan DSS tersebut.

 

3. Kerangka Pengembangan Decision Support System

Sama halnya dengan sistem lainnya, pengembangan sistem DSS memerlukan pendekatan yang terstruktur. Seperti kerangka yang meliputi manusia, teknologi dan pendeketan pengembangan.
Kerangka awal dari Decision Support System terdiri dari empat tahapan :

  • Intelligence : Mencari kondisi yang akan digunakan untuk memanggil/meminta sebuah keputusan
  • Design : Mengembangkan dan menganalisis alternatif tindakan yang memungkinkan dari solusi.
  • Choice : Memilih tindakan diantara 2 tahap sebelumnya.
  • Implementation : Memakai tindakan yang dipilih dalam tindakan situasi pengambilan keputusan.
  • Pendekatan pengembangan berulang memungkinan DSS untuk diubah dan didesain ulang pada berbagai waktu. Setelah sistem ini dirancang, diperlukan sebuah pengujian dan direvisi untuk hasil yang diinginkan.

 

4. Klasifikasi Decision Support System

Ada beberapa langkah untuk mengklasifikasikan aplikasi DSS. Holsapple dan Whinston mengklasifikasikan DSS ke dalam enam kerangka kerja, Diantaranya

  • Text-oriented DSS
  • Database-oriented DSS
  • Spreadsheet-oriented DSS
  • Solver-oriented DSS
  • Rule-oriented DSS
  • Compound DSS

Jenis Compound DSS merupakan klasifikasi yang paling popular untuk DSS, karena klasifikasi tersebut adalah gabungan dari sistem yang mencakup dua atau lebih dari lima stuktur dasar DSS.

Dukungan (support) yang diberikan oleh DSS dapat dibedakan menjadi tiga dukungan yang berbeda dan kategori berkaitan, yaitu Dukungan pribadi (_Persona_l), Dukungan kelompok (Group) dan dukungan organisasi (Organizational).
Komponen DSS dapat diklasifikasikan sebagai berikut,

  • Input : Faktor, angka dan karakteristik untuk menganilisis.
  • Keahlian dan pengetahuan pengguna : Input yang membutuhkan analisis manual oleh pengguna.
  • Output : Perubahan data dari keputusan yang dihasilkan DSS .
  • Keputusan : Result yang dihasilkan oleh DSS berdasarkan kriteria pengguna.

DSS yang dipilih melakukan teori fungsi pengambilan keputusan dan didasarkan pada artificial intelligenceserta intelligent agents technologies disebut Intelligent Decision Support Systems (IDSS).

Bidang yang timbul/lahir dari Decision engineering melakukan keputusan sendiri sebagai engineered objectdan menerapkan prinsip-prinsip rekayasa seperti desain dan jaminan kualitas sebagai gambaran yang jelas dari unsur-unsur yang membentuk keputusan.

 

5. Penggunaan (Aplikasi) Decision Support System

DSS secara teoritis dapat dibangun dalam bidang pengetahuan apapun.
Salah satu contohnya adalah Sistem pendukung keputusan klinis untuk diagnose medis. Ada empat tahap dalam evolusi Clinical Decision Support System (CDSS), yaitu

  • Versi sederhana yang berdiri sendiri dan tidak mendukung integrasi
  • Generasi kedua yang mendukung integrasi dengan sistem medis lainnya
  • Generasi ketiga berbasis standar
  • Generasi keempat yang berbasis model layanan

DSS secara luas digunakan dalam bisnis dan manajemen. Executive dashboard dan kinerja perangkat lunak bisnis lainnya memungkinkan untuk pengambilan keputusan dengan cepat, mengidentifikasi kecenderungan negative dan alokasi yang lebih baik dari sumber data bisnis.

DSS memberikan semua informasi dari organisasi yang digambarkan dalam bentuk tabel dan grafik dengan cara yang ringkas yang membantu manajemen untuk mengambil keputusan strategis. Misalnya,

  • Salah satu aplikasi DSS adalah the management and development of complex anti-terrorism systems (manajemen dan pengembangan sistem anti-terorisme yang kompleks)
  • Petugas pinjaman bank yang memverifikasi kredit dari pemohon pinjaman atau sebuah perusahaan teknik yang memiliki tawaran pada beberapa proyek dan ingin tahu apakah mereka dapat bersaing dengan biaya mereka.
  • Pemanfaatan DSS untuk mengoptimalkan sistem industri.
  • Penggunaan DSS di Colorado State untuk memberikan informasi tentang banjir dan potensi bahaya diseluruh negara yang menampilan secara real-time konidisi cuaca, data lokal dan batas-batas dataran banjir.
  • Penggunaan DSS dalam pengelolaan hutan untuk perencanaan jangka panjang, semua aspek dari manajemen hutan mulai dari log transportation, penjadwalan panen yang berkelanjutan dan perlindungan ekosistem.

 

Sumber:

galihrakacita.staff.gunadarma.ac.id/…/BAB+III+DECISION+SUPPORT+SYSTEM+

https://www.dictio.id/t/decision-support-system-dss/2655

http://www.informationbuilders.com/decision-support-systems-dss

http://pbsabn.lecture.ub.ac.id/2012/05/definisi-sistem-pendukung-keputusan-decision-support-system/

 

 

 

 

 

Sistem Pakar

Pengertian Sistem Pakar

Sistem pakar atau Expert System adalah program yang berisi pengetahuan manusia atau bertingkah laku seperti manusia expert (manusia pakar) yang pada aplikasinya membantu menyelesaikan masalah – masalah didunia nyata. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan sekumpulan rule atau kaidah yang didapat dari pakar, lalu dijadikan pertanyaan – pertanyaan untuk mendapat solusi atau kesimpulan. Berikut ini beberapa pengertian sistem pakar menurut beberapa orang ahli:

  1. Menurut William Stubblefield dan George F. Lugger (1993), menjelaskan bahwa sistem pakar adalah suatu program yang dapat menirukan seorang pakar.
  2. Menurut E. Fraim Turban (1992), menjelaskan bahwa sistem pakar adalah sebuah program yang mengkomputerisasikan laporan yang mencoba untuk menirukan proses pemikiran dan pengetahuan dari pakar – pakar dalam menyelesaikan masalah.
  3. Menurut Garratano dan Riley (1989), menjelaskan bahwa sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.

Dari pengertian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem pakar adalah suatu aplikasi dari kecerdasan tiruan yang dapat menyelesaikan masalah dalam bidang tertentu dan dapat bertindak sebagai penasehat seperti seorang pakar dimana solusi atau jalan keluar yang dihasilkan sistem pakar berkualitas seperti seorang pakar.

Jadi sistem pakar : kepakaran ditransfer dari seorang pakar (atau sumber kepakaran yang lain) ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam komputer, dan pengguna dapat berkonsultasi pada komputer itu untuk suatu nasehat, lalu komputer dapat mengambil inferensi (menyimpulkan, mendeduksi, dan lain-lain) seperti layaknya seorang pakar, kemudian menjelaskannya ke pengguna tersebut, bila perlu dengan alasan-alasannya.

Sistem Pakar terkadang lebih baik unjuk kerjanya dari pada seorang pakar manusia. Dengan sistem pakar, orang awam pun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan bantuan para ahli. Bagi para ahli, sistem pakar juga akan membantu aktivitasnya sebagai asisten yang sangat berpengalaman.

Sistem pakar dikembangkan pertama kali oleh komunitas AI (Artificial Intelligence) tahun 1960-an. Sistem pakar yang pertama adalah General Purpose Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel Simon.

 

Ciri – Ciri Sistem Pakar

Ciri – ciri dari system pakar adalah sebagai berikut :

  1. Terbatas pada domain keahlian tertentu.
  2. Dapat memberikan penalaran pada data – data yang tak pasti.
  3. Dapat mengemukakan rangkaian alasan – alasan yang diberikannya dengan cara yang dapat dipahami.
  4. Berdasarkan pada kaidah atau rule tertentu.
  5. Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap.
  6. Keluarannya bersifat anjuran.

 

Keuntungan Dan Kelemahan Sistem Pakar

Keuntungan Sistem Pakar :

  • Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli.
  • Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis.
  • Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.
  • Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka).
  • Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
  • Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian. Pengguna bisa merespon dengan jawaban ‘tidak tahu’ atau ‘tidak yakin’ pada satu atau lebih pertanyaan selama konsultasi dan sistem pakar tetap akan memberikan jawaban.
  • Tidak memerlukan biaya saat tidak digunakan, sedangkan pada pakar manusia memerlukan biaya sehari-hari.
  • Dapat digandakan (diperbanyak) sesuai kebutuhan dengan waktu yang minimal dan sedikit biaya.
  • Dapat memecahkan masalah lebih cepat daripada kemampuan manusia dengan catatan menggunakan data yang sama.
  • Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan.
  • Meningkatkan kualitas dan produktivitas karena dapat memberi nasehat yang konsisten dan mengurangi kesalahan.
  • Meningkatkan kapabilitas sistem terkomputerisasi yang lain. Integrasi  sistem pakar dengan komputer lain membuat lebih efektif, dan bisa mencakup lebih banyak aplikasi.
  • Mampu menyediakan pelatihan. Pengguna pemula yang bekerja dengan sistem pakar akan menjadi lebih berpengalaman. Fasilitas penjelas dapat berfungsi sebagai guru.

 

Kelemahan Sistem Pakar :

  • Biaya yang diperlukan untuk membuat, memelihara dan memeliharanya sangat mahal.
  • Sulit dikembangkan, hal ini erat kaitannya dengan ketersediaan pakar di bidangnya dan kepakaran sangat sulit diekstrak dari manusia karena sangat sulit bagi seorang pakar untuk menjelaskan langkah mereka dalam menangani masalah.
  • Sistem pakar tidak 100% benar karena seseorang yang terlibat dalam pembuatan sistem pakar tidak selalu benar. Oleh karena itu perlu diuji ulang secara teliti sebelum digunakan.
  • Pendekatan oleh setiap pakar untuk suatu situasi atau problem bisa berbeda-beda, meskipun sama-sama benar.
  • Transfer pengetahuan dapat bersifat subjektif dan bias.
  • Kurangnya rasa percaya pengguna dapat menghalangi pemakaian sistem pakar.

 

KONSEP DASAR SISTEM PAKAR

Keahlian

Keahlian bersifat luas dan merupakan penguasaan pengetahuan dalam bidang khusus yang diperoleh dari pelatihan, membaca atau pengalaman.

  • Teori, fakta, aturan-aturan pada lingkup permasalahan tertentu.
  • Strategi global untuk menyelesaikan masalah.

Ahli / Pakar

Seorang ahli adalah seseorang yang mampu menjelaskan suatu tanggapan, mempelajari hal-hal baru seputar topic permasalahan, menyusun kembali pengetahuan jika dipandang perlu, memecahkan masalah dengan cepat dan tepat.

Pengalihan Keahlian

Tujuan dari sistem pakar adalah untuk mentransfer keahlian dari seorang pakar ke dalam komputer kemudian ke masyarakat. Proses ini meliputi 4 kegiatan, yaitu perolehan pengetahuan (dari para ahli atau sumber-sumber lainnya), representasi pengetahuan ke komputer, kesimpulan dari pengetahuan dan pengalihan pengetahuan ke pengguna.

Mengambil Keputusan

Hal yang unik dari sistem pakar adalah kemampuan untuk menjelaskan dimana keahlian tersimpan dalam basis pengetahuan. Kemampuan komputer untuk mengambil kesimpulan dilakukan oleh komponen yang dikenal dengan mesin inferensi yaitu meliputi prosedur tentang pemecahan masalah.

Aturan

Sistem pakar yang dibuat merupakan sistem yang berdasarkan pada aturan-aturan dimana program disimpan dalam bentuk aturan-aturan sebagai prosedur pemecahan masalah. Aturan tersebut biasanya berbentuk IF – THEN.

Kemampuan Menjelaskan

Keunikan lain dari sistem pakar adalah kemampuan dalam menjelaskan atau member saran / rekomendasi serta juga menjelaskan mengapa beberapa tindakan / saran tidak direkomendasikan.

Diagram Struktur Sistem Pakar:

diagram sistem pakar

 

CONTOH SISTEM PAKAR :

Salah satu expert system yang pertama adalah:

  • MACSYMA, yang digunakan untuk tugas-tugas matematika.
  • MYCIN, untuk mendiagnosa penyakit infeksi pada darah.
  • CADUCEUS, untuk mendeteksi penyakit.
  • PUFF, untuk mengukur fungsi dari paru-paru.
  • PROSPECTOR, digunakan perusahaan DEC untuk menggamarkan konfigurasi dari sistem komputer bagi para langganannya.
  • DENDRAL, untuk mengidentifikasikan struktur molekul suatu komposisi kimia dan lain sebagainya.

Untuk mengembangkan expert system, harus diciptakan terlebih dahulu suatu knowledge base yang dibutuhkan oleh aplikasinya. Suatu knowledge base terdiri dari kumpulan data tertentu untuk permasalahan yang spesifik dan aturan-aturan bagaimana memanipulasi data yang disimpan tersebut.

Berbeda dengan database biasa, knowledge base mungkin dapat juga terdiri dari asumsi-asumsi, kepercayaan-kepercayaan, pendugaan-pendugaan dan metode-metode heuristic. Untuk membuat knowledge base perencanaan sistem harus bekerja sama atau meminta nasehat dari ahli di bidangnya. Orang yang menciptakan expert system disebut dengan knowledge engineer.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dari tulisan diatas bahwa sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah yang seperti biasa dilakukan oleh para ahli.

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan bahwa, secanggih apapun suatu sistem atau sebesar apapun basis pengetahuan di miliki, tentu saja ada kelemahannya sebagai konsekuensi logis kelemahan manusia sebagai penyusun elemen-elemnya. Bahawa sistem tidak memiliki inisiatif untuk melakukan suatu tindakan diluar dari apa yang telah diprogramkan untuknya.

 

Sumber – sumber:

http://kaerrika.blogspot.co.id/2016/01/makalah-sistem-pakar.html

http://dederusmanasi.blogspot.co.id/2013/09/contoh-makalah-sistem-pakar_25.html

Teknologi Sistem Cerdas

Artificial Intelligence atau AI adalah kemampuan dari sebuah komputer untuk berfikir seperti manusia bahkan lebih baik dibandingkan manusia. Dalam bahasa Indonesia Artificial Inteligence atau AI artinya Kecerdasan Buatan, biasanya sebuah sistem AI memiliki kemampuan untuk memperoleh informasi baru yang akan dikumpulkan agar sistem AI menjadi lebih cerdas lagi . Artificial Intelligence biasanya berbentuk mesin atau software, tujuan dari AI ini adalah untuk menggantikan peran manusia agar sebuah pekerjaan atau pemecahan suatu masalah dapat lebih mudah dan efisien.

Kecerdasan buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam mempresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk symbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic (Metode Heuristik adalah teknik yang dirancang untuk memecahkan masalah yang mengabaikan apakah solusi dapat dibuktikan benar, tapi yang biasanya menghasilkan solusi yang baik atau memecahkan masalah yang lebih sederhana yang mengandung atau memotong dengan pemecahan masalah yang lebih kompleks) atau dengan berdasarkan sejumlah aturan. (Encyclopedia Britannica).

 

DEFINISI SISTEM CERDAS

Kecerdasan Buatan adalah ilmu rekayasa yang membuat suatu mesin mempunyai intelegensi tertentu khususnya program komputer yang “cerdas” (John Mc Cathy, 1956) Kecerdasan buatan merupakan

Kecerdasan buatan merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan intruksi yang terkait dengan pemrograman computer untuk melakukan sesuatu hal – yang dalam pandangan manusia adalah – cerdas. (H.A Simon, 1987)

Kecerdasan buatan merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia. (Rich and Knight, 1991).

 

4 Dasar Kategori di Konsep dasar AI (Kecerdasan Buatan) :

  1. Acting Humanly

Acting humanly ialah system yang melakukan pendekatan dengan menirukan tingkah laku seperti manusia yang dikenalkan pada tahun 1950 degan cara kerja pengujian melalui teletype yaitu jika penguji (integrator) tidak dapat membedakan yang mengintrogasai antara manusia dan computer maka computer tersebut dikatakan lolos(menjadi kecerdasan buatan).

  1. Thinking Humanly

Yaitu sistem yang dilakukan dengan cara intropeksi yaitu penangkapan pemikiran psikologis

Manusia pada komputer, hal ini sering diujikan dengan neuron ke neuron lainnya atau sel otak dengan sel otak lainnya cara pembelajarannya yaitu melalui experiment-experimen.

  1. Thinking Rationaly

Ini merupakan sistem yang sangat sulit, karena sering terjadi kesalahan dalam, prinsip dan prakteknya, sistem ini dikenal dengan penalaran komputasi.

  1. Acting Rationaly

Yaitu sistem yang melakukan aksi dengan cara menciptakan suatu robotika cerdas yang menggantikan tugas manusia.

 

SISTEM CERDAS YANG BANYAK DI KEMBANGKAN

  • Sistem pakar ( Expert System)

yaitu program konsultasi (advisory) yang mencoba menirukan proses penalaran seorang pakar/ahli dalam memecahkan masalah yang rumit. sistem pakar merupakan aplikasi AI yang paling banyak.

  • Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing)

Yang memberi kemampuan pengguna komputer untuk berkomunikasi dengan komputer dalam bahasa mereka sendiri (bahasa manusia). Komunikasi dapat dilakukan dengan percakapan alih-alih menggunakan perintah yang biasa digunakan dalam bahasa komputer biasa.

  • Bidang Pemrosesan Bahasa Alamidi bagi lagi menjadi 2 bagian yaitu:

Pemahaman bahasa alami, yang mempelajari metode yang memungkinkan komputer mengerti perintah yang diberikan dalam bahasa manusia biasa. Dengan kata lain komputer dapat memahami manusia. Pembangkitan bahasa alami, sering disebut juga sintesa suara. Yang membuat komputer dapat membangkitkan bahasa manusia biasa sehingga manusia dapat memahami komputer secara mudah.

  • Pemahaman Ucapan/Suara (Speech/Voice Understanding)

Adalah teknik agar komputer dapat mengenali dan memahami bahasa ucapan. Proses ini mengijinkan seseorang berkomunikasi dengan komputer dengan cara berbicara kepadanya. Istilah pengenalan suara, mengandung arti bahwa tujuan utamanya adalah mengenali kata yang diucapkan tanpa harus tahu apa artinya, dimana bagian itu merupakan tugas pemahaman suara. Secara umum prosesnya adalah usaha untuk menterjemahkan apa yang diucapkan oleh seorang manusia menjadi kata-kata atau kalimat yang dimengerti oleh komputer.

  • Sistem Sensor dan Robotika

Sistem sensor seperti system visi dan pencitraan serta system pengolahan sinyal merupakan bagian dari robotika. Sebuah robot yaitu, perangkat elektromagnetik yang diprogram untuk melakukan tugas manual, tidak semuanya merupakan bagian AI. Robot hanya melakukan aksi yang telah diprogramkan dikatakan sebagai robot bodoh yang tidak lebih pintar dari lift. Robot yang cerdas biasanya mempunyai perangkat sensor, seperti kamera, yang mengumpulkan informasi mengenai operasi dan lingkungannya. Kemudian bagian AI robot tersebut menterjemahkan informasi tadi dan merespon serta beradaptasi jika terjadi perubahan lingkungan.

 

DRONE

Sejarah dan Pengertian

Drone merupakan pesawat tanpa pilot. Pesawat ini dikendalikan secara otomatis melalui program komputer yang dirancang, atau melalui kendali jarak jauh dari pilot yang terdapat di dataran atau di kendaraan lainnya. Awalnya UAV merupakan pesawat yang dikendalikan jarak jauh, namun sistem otomatis kini mulai banyak diterapkan.

Drone, yang lebih dikenal Unmanned Aerial Vehicle (UAV) awalnya dikembangkan untuk kebutuhan militer. Menurut sejarahnya, ide pengembangan pesawat tanpa pilot sudah ada sejak 22 Agustus 1849. Waktu itu, Austria berusaha menyerang kota Venesia di Italia dengan menggunakan balon tak berawak yang penuh akan bahan peledak. Cara kerja drone sederhana ini tidak sepenuhnya berhasil. Beberapa balon mengenai sasaran, tetapi ada pula yang terjebak angin dan berubah arah.

Perkembangan teknologi membuat drone juga mulai banyak diterapkan untuk kebutuhan sipil, terutama di bidang bisnis, industri dan logistik. Amazon memulai persaingan industri ini melalui peluncuran layanan Amazon Prime Air. Pengangkutan barang menjadi lebih cepat, lebih praktis, minim human error, dan mampu menjangkau lokasi terpencil.

Pengembangan teknologi dan produksi drone sangat tepat sekali terkait rencana strategis tersebut, ditinjau dari aspek efisiensi pendanaan dan efektifitas pemanfaatannya.

Di negara maju seperti Amerika Serikat atau Jepang, teknologi ini menjadi industri bagi end-user dalam waktu dekat. Pasar komersial drone telah siap diramaikan oleh para raksasa teknologi. Menurut Teal Group, perusahaan riset di bidang aerospace, pasar drone untuk bidang militer dan sipil di seluruh dunia diperkirakan mencapai $89 miliar untuk satu dekade berikutnya.

Di bulan April 2014, Google juga menegaskan langkah mereka memasuki industri drone. Perusahaan mesin pencari terbesar di dunia ini mengakuisisi produsen drone Titan Aerospace. Titan telah menguji berbagai aplikasi drone, termasuk di bidang pengiriman data, pemantauan sawah, serta bantuan pencarian dan penyelamatan. Drone keluaran Titan dapat mengudara hingga mencapai lima tahun tanpa perlu mendarat atau mengisi ulang bahan bakar. Kemampuan produk drone Titan ini tepat dengan misi Google untuk menyebarkan layanan internet ke berbagai wilayah.

Mengapa drone begitu menarik bagi para raksasa perusahaan teknologi? Seperti teknologi robotika lainnya, drone dapat meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, dan meminimumkan resiko keselamatan. Selain itu, drone juga membuka peluang bisnis baru yang bisa saja baru teridentifikasi di masa depan. Hingga saat ini di dunia industri bisnis, drone telah diterapkan dalam berbagai layanan seperti:

  • Pengawasan Infrastruktur Fisik (pabrik, pelabuhan, jaringan listrik, dsb.)
  • Pengiriman Paket Barang
  • Pemadam Kebakaran Hutan
  • Eksplorasi Lokasi Tambang,
  • Minyak/Mineral
  • Dll

 

Jenis Drone

Drone memiliki beberapa jenis atau tipe, drone bisa dikategorikan berdasarkan fisiknya, seperti bobot, berat, banyaknya baling-baling, dan beberapa sifat lainnya.

  • Fixed Wing Drone (Tunggal)

Drone jenis ini berbentuk seperti pesawat komersial dan digunakan untuk proses yang cepat, daya jangkau lebih cepat serta lebih luas, biasanya untuk pemetaan (mapping) atau  konsepnya seperti scaning. Drone jenis Fixed wins memiliki Energi lebih irit baterai karena single baling baling.

  • Multicopter Drone (Multi)

Untuk pembuatan atau merekam sangat cocok memilih drone jenis multicopter dikarenakan lebih stabil dan daya angkut serta kekuatan untuk mengangkat beban (kemera) bisa yang lebih berat. Semakin banyak baling baling semakin stabil dan lebih aman

 

Manfaat, Dampak, dan Kendala Drone

  • Manfaat

Dari berbagai macam fungsi sebelumnya yang telah kita ketahui, bahwa drone sangat membantu dalam pekerjaan atau aktivitas manusia, dengan menggunakan drone kita dapat bekerja lebih cepat sehingga lebih efisien dan efektif dengan bekerja secara manual yakni fisik kita sebagai manusia, selain itu dengan menggunakan drone kita bisa mengakses beberapa lokasi yang tidak bisa dilakukan manusia, seperti melakukan pemetaan atau melakukan visualisasi pada sebuah penggunungan maupun tebing-tebing yang terjal, selain bermanfaat sebagai alat bantu aktivitas dan pekerjaan, drone juga merupakan salah satu media hiburan, kita bisa menggunakan drone layaknya mainan remote control.

  • Dampak

Seperti teknologi lainnya, drone memiliki dampat positif dan juga negatif, untuk dampak positif kita telah melihat berbagai macam fungsi drone sebelumnya, banyak sekali manfaat drone dalam membantu pekerjaan dan aktivitas manusia, sehingga manusia bisa melakukan pekerjaan dan aktivitasnya secara efektif dan efisien.

  • Kendala

Namun drone juga memiliki dampak negatifnya, seperti salah satunya adalah privasi, dengan menggunakan drone kita bisa bergerak leluasa tanpa batasan ruang seperti ketinggian, dengan menggunakan drone dari ketinggian tentunya daya pandang kita pun menjadi luas, tentunya hal itu dapat membuat orang merasa privasi diretas walau tanpa disengaja maupun disengaja. Contoh lainnya adalah mengakses lokasi yang dilarang oleh seseorang, baik itu masyarakat biasa, perusahaan-perusahaan, bahkan negara, dengan menggunakan drone kita bisa saja mengakses lokasi tersebut namun kita harus mematuhi aturan-aturan yang berlaku, atau setidaknya kita mendapatkan izin.

 

Kesimpulan dan Saran

Drone adalah pesawat tanpa awak yang berkembang pesat dalam pengembangan teknologi terutama dalam bidang digital dengan menggunakan remote kontrol sebagai pengendalinya, Drone sangat bermanfaat terutama dalam bidang pertahanan dan keamanan dan juga drone dapat dijadikan sebagai solusi bisnis servis pada segmentasi seperti Infrastruktur, Agrikultur, Transportasi, Media dan Hiburan serta Telekomunikasi dan Pariwisata.

Dalam perkembangannya Drone akan menjadi sesuatu yang akan berkembang dengan cepat, untuk itu perlu pembahasan secara serius mengenai aturan drone yang jelas demi menghasilkan kepastian hukum dan aturan drone itu sendiri. Dan juga menyelenggarakan sertifikasi hingga lisensi pilot drone, agar para pilot dapat menerbangkan drone secara legal.

 

Sumber – sumber :

http://isengnyamahasiswa.blogspot.co.id/2016/10/konsep-teknologi-sistem-cerdas.html

emirul.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/46041/DRONE.pdf

http://lsmns.blogspot.co.id/2016/10/tugas-makalah-softskill-teknologi.html

http://scholar.unand.ac.id/9553/3/3%20UPLOAD%20BAB%20IV%20PENUTUP.pdf

http://temblor.net/earthquake-insights/eye-in-the-sky-saving-lives-and-earthquake-recon-using-drones-2273/

Peranan Perbankan di Indonesia Dalam Menunjang Perdagangan Luar Negeri Khususnya dengan Menggunakan LC (Letter of Credit)

Letter of Credit

Letter of credit, atau sering disingkat menjadi L/C, LC, atau LOC, adalah sebuah cara pembayaran internasional yang memungkinkan eksportir menerima pembayaran tanpa menunggu berita dari luar negeri setelah barang dan berkas dokumen dikirimkan keluar negeri (kepada pemesan).

Pelaku L/C

  • Applicant atau pemohon kredit adalah importir (pembeli) yang mengajukan aplikasi L/C.
  • Beneficiary adalah eksportir (penjual) yang menerima L/C.
  • Issuing bank atau opening adalah bank pembuka L/C. ·
  • Advising bank adalah bank yang meneruskan L/C, yaitu bank koresponden (agen) yang meneruskan L/C kepada beneficiary. Bank tidak bertanggung jawab atas isi L/C dan hanya bertindak sebagai perantara. ·
  • Confirming bank adalah bank yang melakukan konfirmasi atas permintaan issuing bank dan menjamin sepenuhnya pembayaran. ·
  • Paying bank adalah bank yang secara khusus ditunjuk dalam L/C untuk melakukan pembayaran dan beneficiary berkewajiban ·
  • Carrier adalah pengangkut barang yang dikirim (Perusahaan Pelayaran/Penerbangan) untuk dibeberapa negara dengan perbatasan darat bisa juga perusahaan angkutan darat seperti truk, kereta Dll).

Tata cara pembayaran dengan L/C

Importir meminta kepada banknya (bank devisa) untuk membuka suatu L/C untuk dan atas nama eksportir. Dalam hal ini, importir bertindak sebagai opener. Bila importir sudah memenuhi ketentuan yang berlaku untuk impor seperti keharusan adanya surat izin impor, maka bank melakukan kontrak valuta (KV) dengan importir dan melaksanakan pembukaan L/C atas nama importir. Bank dalam hal ini bertindak sebagai opening/issuing bank. Pembukaan L/C ini dilakukan melalui salah satu koresponden bank di luar negeri. Koresponden bank yang bertindak sebagai perantara kedua ini disebut sebagai advising bank atau notifiying bank.Advising bank memberitahukan kepada eksportir mengenai pembukaan L/C tersebut. Eksportir yang menerima L/C disebut beneficiary.

  1. Eksportir menyerahkan barang ke Carrier, sebagai gantinya Eksportir akan mendapatkan bill of lading.
  2. Eksportir menyerahkan bill of lading kepada bank untuk mendapatkan pembayaran. Paying bank kemudian menyerahkan sejumlah uang setelah mereka mendapatkan bill of lading tersebut dari eksportir. Bill of lading tersebut kemudian diberikan kepada Importir.
  3. Importir menyerahkan bill of lading kepada Carrier untuk ditukarkan dengan barang yang dikirimkan oleh eksportir.

Jenis-jenis L/C

  • Revocable L/C Adalah L/C yang sewaktu-waktu dapat dibatalkan atau diubah secara sepihak oleh opener atau oleh issuing bank tanpa memerlukan persetujuan dari beneficiary. ·
  • Irrevocable L/C Irrevocable L/C adalah L/C yang tidak bisa dibatalkan selama jangka berlaku (validity) yang ditentukan dalam L/C tersebut dan opening bank tetap menjamin untuk menerima wesel-wesel yang ditarik atas L/C tersebut. Pembatalan mungkin juga dilakukan, tetapi harus atas persetujuan semua pihak yang bersangkutan dengan L/C tersebut. ·
  • Irrevocable dan Confirmed L/C L/C ini diangggap paling sempurna dan paling aman dari sudut penerima L/C (beneficiary) karena pembayaran atau pelunasan wesel yang ditarik atas L/C ini dijamin sepenuhnya oleh opening bank maupun oleh advising bank, bila segala syarat-syarat dipenuhi, serta tidak mudah dibatalkan karena sifatnya yang irrevocable. ·
  • Clean Letter of Credit Dalam L/C ini tidak dicantumkan syarat-syarat lain untuk penarikan suatu wesel. Artinya, tidak diperlukan dokumen-dokumen lainnya, bahkan pengambilan uang dari kredit yang tersedia dapat dilakukan dengan penyerahan kuitansi biasa. ·
  • Documentary Letter of Credit Penarikan uang atau kredit yang tersedia harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen lain sebagaimana disebut dalam syarat-syarat dari L/C. ·
  • Documentary L/C dengan Red Clause Jenis L/C ini, penerima L/C (beneficiary) diberi hak untuk menarik sebagian dari jumlah L/C yang tersedia dengan penyerahan kuitansi biasa atau dengan penarikan wesel tanpa memerlukan dokumen lainnya, sedangkan sisanya dilaksanakan seperti dalam hal documentary L/C. L/C ini merupakan kombinasi open L/C dengan documentary L/C. ·
  • Revolving L/C L/C ini memungkinkan kredit yang tersedia dipakai ulang tanpa mengadakan perubahan syarat khusus pada L/C tersebut. Misalnya, untuk jangka waktu enam bulan, kredit tersedia setiap bulannya US$ 1.200, berarti secara otomatis setiap bulan (selama enam bulan) kredit tersedia sebesar US$ 1.200, tidak peduli apakah jumlah itu dipakai atau tidak. ·
  • Back to Back L/C Dalam L/C ini, penerima (beneficiary) biasanya bukan pemilik barang, tetapi hanya perantara. Oleh karena itu, penerima L/C ini terpaksa meminta bantuan banknya untuk membuka L/C untuk pemilik barang-barang yang sebenarnya dengan menjaminkan L/C yang diterimanya dari luar negeri. ·
  • Transferable L/C Beneficiary berhak memnita kepada bank yang diamanatkan untuk melakukan pembayaran/akseptasi kepada setiap bank yang berhak melakukan negosiasi, untuk menyerahkan hak atas kredit sepenuhnya/sebagian kepada pihak ketiga. ·
  • Stand by Letter of Credit Suatu jaminan khusus yang biasa nya dipakai sebagai “stand by” oleh pihak beneficiary atau bank atas nama nasabah nya. Dalam hal ini apabila pihak applicant gagal untuk melaksanakan suatu kontrak/gagal untuk membayar pinjaman/memenuhi pinjamannya, maka Bank yang bersangkutan akan membayar kepada pihak beneficiary atas penyerahan selembar sight draft & surat pernyataan dari pihak beneficiary yang menyatakan bahwa applicant atau kontraktor tidak dapat melaksanakan kontrak yang di setujui, membayar pinjaman/memenuhi kewajibannya.

Hadirnya dunia usaha sangat diharapkan untuk dapat turut berpartisipasi secara langsung dalam mengembangkan perekonomian nasional, agar dapat mencapai tujuan nasional. Sebagaimana diketahui untuk dapat mewujudkan masyarakat adil dan makmur baik dari segi materiil maupun spiritual yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, diperlukan adanya pertumbuhan perekonomian yang sangat baik. Oleh karena itu dukungan dari berbagai bidang sangatlah diperlukan salah satunya adalah di bidang perbankan, karena fungsi utama perbankan adalah menghimpun dana dari masyarakat, dengan harapan dapat memperbaiki tingkat kahidupan ekonomi rakyat banyak ke arah tingkat kehidupan ekonomi yang lebih baik. Namun demikian pelaksanaan pembangunan ekonomi harus tetap memperhatikan dan menjaga stabilitas. Keberadaan perbankan di Indonesia semakin banyak, hal itu ditandai dengan hadirnya bank-bank baru tumbuh dan berkembang, dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat pun merupakan catatan keberhasilan perbankan. Jumlah dana yang dapat dihimpun oleh suatu bank merupakan pencerminan dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap bank.Semakin banyak dana yang dihimpun berarti merupakan suatu indikasi bagi bank, bahwa bank yang bersangkutan mendapat kepercayaan dari masyarakat. Bisnis perbankan merupakan bisnis kepercayaan, oleh karena itu pengelolaan yang hati-hati sangat diperlukan karena dana dari masyarakat dipercayakan kepadanya.

Bank dalam melakukan kegiatan usahanya wajib menerapkan prinsip kehati-hatian, dan juga harus menjaga kesehatan bank agar tetap terjaga terus demi kepentingan masyarakat pada umumnya dan bagi para nasabah penyimpan dana. Sebagai lembaga keuangan, bank yang merupakan tempat masyarakat menyimpan dananya dilandasi oleh kepercayaan bahwa uangnya akan dapat diperoleh kembali pada waktunya dan disertai dengan bunga, yang dimaksud di sini bahwa suatu bank sangat tergantung pada kepercayaan masyarakat tersebut. semakin tinggi kepercayaan masyarakat, semakin tinggi pula kesadaran masyarakat untuk menyimpan uangnya pada bank dan menggunakan jasa-jasa lain dari bank.

Selain sebagai tempat menyimpan uang, bank juga berfungsi salah satu media dalam melakukan transaksi perdagangan. Pada dasarnya, perdagangan sudah lama dikenal di muka bumi ini, baik perdagangan satu pulau, antar pulau atau antar Negara. Kita mengetahui bahwa setiap perdagangan akan berujung pada pengiriman barang ke tempat tujuan pembeli dan pada akhirnya akan melibatkan pembayaran pada pihak penjual. Pengiriman barang dapat dilakukan melalui darat, laut maupun udara, tergantung jarak, waktu maupun biaya yang akan dikeluarkan. Bagi perdagangan dalam skala kecil baik nominal rupiah atau kuantitas antara pembayaran dan pengiriman barang tidak terlalu jadi masalah. Akan tetapi jika sudah dalam jumlah besar barulah masalah pengiriman dan pembayaran dipermasalahkan.

Permasalahan yang muncul biasanya disamping masalah pengiriman barang adalah dalam hal pembayaran. Bagi pengirim atau penjual barang harus terlebih dahulu ada jaminan pembayaran terhadap barang yang dijualnya. Tanpa jaminan dari pihak pembeli tidak mungkin penjual berani melepas barang dagangannya. Begitu pula bagi pihak pembeli perlu ada jaminan untuk memperoleh barang dengan disertai jumlah dan kualitas yang diinginkannya. Bagi mereka yang berdagang masih dalam satu pulau atau masih dalam satu negara hal ini mungkin tidak menjadi masalah serius. Tetapi bagi mereka yang dibatasi oleh jarak yang jauh dan waktu yang lama, apalagi antar negara jelas masalah pengiriman barang dan pembayaran akan menjadi masalah besar.

Pada masa sekarang hampir semua negara saling mengadakan hubungan dagang untuk menunjang pembangunan ekonominya. Globalisasi dan liberalisasi ekonomi jelas akan sangat meningkatkan bisnis internasional. Peningkatan bisnis internasional, pasti pula akan meningkatkan intensitas lalu lintas pembayaran ekspor impor antar negara di dunia di abad ke-21 mendatang. Kegiatan perdagangan tersebut dapat terbagi menjadi dua, yaitu: a) kegiatan menjual barang (ekspor); dan b) kegiatan membeli hasil produksi negara lain (impor). Dari setiap kegiatan tersebut pada dasarnya ada 2 pihak yang berperan, yaitu pihak eksportir dan pihak importir. Perlu diingat dalam kegiatan ini, kedua belah pihak terpisah satu sama lain baik secara geografis maupun oleh batas kenegaraan yang dapat dipastikan akan mengalami kesulitan dalam pembayaran bila pihak pembeli tidak memiliki devisa (alat pembayaran yang diterima dalam lalu lintas pembayaran internasional atau suatu mata uang internasional) Untuk menjembatani keinginan, baik pihak pembeli (importir) maupun pihak penjual (eksportir) maka perlu digunakan sarana pembayaran yang saling menguntungkan. Sarana pembayaran ini akan menjamin pembayaran yang diinginkan penjual dengan mengirim barangnya. Jaminan diberikan pula kepada pihak pembeli bahwa akan menerima jumlah dan kualitas barang yang diinginkan. Sarana pembayaran semacam ini dibuat melalui jaminan bank sebagai lembaga pembayar yang dikenal dengan nama Letter of Credit atau L/C. PengertianLetter of Credit (L/C) adalah jasa bank yang diberikan kepada masyarakat untuk memperlancar pelayanan arus barang, baik arus barang dalam negeri (antar pulau) atau arus barang ke luar negeri (ekspor-impor). KegunaanLetter of Credit adalah untuk menampung dan menyelesaikan kesulitan-kesulitan dari pihak pembeli (importir) maupun penjual (atau eksportir) dalam transaksi perdagangannya. Penggunaan L/C ini sejak Perang Dunia I sampai sekarang masih terus dipertahankan dan digunakan sebagai instrumen yang tradisional dalam transaksi-transaksi perdagangan luar negeri. Faktor-faktor yang menjadi dasar terus berkembangnya penggunaan L/C tersebut antara lain adalah adanya pengekangan/pengawasan devisa di beberapa negara, ketidakpastian situasi perekonomian dan diperlukannya suatu cara bagi eksportir untuk melancarkan pembayaran barang-barang ekspornya. Walaupun ada perbedaan-perbedaan bahasa, adat kebiasaan dan prosedur, tetapi L/C tidak mengenal perbedaan-perbedaan itu. Dengan kata lain L/C menjamin kelancaran pembayaran dan pengiriman barang sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat antara eksportir dengan importir melalui itikad baik kedua belah pihak. Bisnis ekspor-impor sering juga disebut sebagai bisnis dokumen atau bisnis surat-surat berharga, sebab realisasi suatu transaksi pada umumnya diwakili oleh dokumen-dokumen pengapalan seperti bill of lading, faktur perdagangan, draft, polis asuransi, dan lain-lain. Dalam hal ini fungsi Letter of Credit adalah sebagai salah satu dokumen yang menempati kedudukan yang strategis, sebagai “sarana penghimpun” bagi dokumen-dokumen pengapalan lainnya. Dengan demikian Letter of Creditberfungsi pula sebagai suatu sarana untuk melakukan penelitian, pemeriksaaan serta kelengkapan dari dokumen pengapalan. Selain sebagai sistem pembayaran yang paling aman dipandang dari sudut kepentingan eksportir dan importir, Letter of Credit yang secara prinsip menganutUniform Customs and Practice for Documentary Credit (UCP 500) adalah suatu sarana yang paling efektif, yang ditawarkan oleh bank bank devisa, dalam penyelesaian pembayaran transaksi bisnis internasional. Walaupun demikian risiko dalam transaksi L/C dapat saja timbul bilamana negosiasi tidak mematuhi norma dan ketentuan internasional tersebut. Umumnya risiko disebabkan adanya penyimpangan, sehingga berdampak bagi opening bankmaupun bagi advising bank dengan tidak dapat menerima pembayaran atau keterlambatan pembayaran dari mitra bisnisnya di luar negeri. Perbedaan manajemen, tata hubungan individu, dan kebijakan treasury memiliki pengaruh signifikan terhadap negosiasi L/C yang dapat dijadikan faktor utama mengukur besar kecilnya risiko (Bisnis Indonesia, 5 Nopember 2003). Mencuatnya kasus L/C fiktif di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang memiliki potential loss setara Rp1,7 triliun menarik perhatian publik, mengingat reputasi bank BUMN ini cukup bonafid. Persoalannya bukan saja kerugian bank itu, tetapi pada level dalam negeri ada pengaruh psikologis masyarakat yang sedikit banyak dapat mengganggu kepercayaan publik pada lembaga perbankan. Pada level dunia internasional, pelaku bisnis luar negeri akan berpikir dua kali bila akan berhubungan bisnis melalui L/C dengan mitra bisnisnya di Indonesia. Menurut data Kepolisian, kasus itu diduga melibatkan sedikitnya tujuh perusahaan swasta yang bergerak di bidang ekspor pasir ke negara di Afrika. Peristiwanya berlangsung mulus selama kurun waktu lebih dari setahun (Juli 2002 hingga Agustus 2003). Pengawasan internal Bank Negara Indonesia (Bank BNI) tak berjalan. Sistem pengawasan Bank Indonesia (BI) juga ternyata tumpul. Lembaga yang berkewajiban mengawasi perbankan ini baru bisa mengendus tatkala api telah berkobar ke berbagai penjuru. Akal sehat kian tak punya tempat di negeri ini. Para analis perbankan saja tak habis mengerti bagaimana mungkin Bank Negara Indonesia bisa kebobolan Rp 1,7 triliun lewat ratusan transaksi sejenis, dengan modus surat kredit (Letter of Credit atau L/C) fiktif. Sungguh skandal L/C fiktif Bank BNI sangat mengusik rasa keadilan masyarakat. Betapa mudahnya segelintir pengusaha jahat meraup dana triliunan rupiah dari perbankan tanpa usaha yang jelas. Dana itu tak ditanamkan untuk membangun pabrik sehingga bisa menyerap tenaga kerja. Mereka cuma mengakal-akali sejumlah dokumen, memalsukan dan memanipulasinya. Seolah-olah mereka telah mengekspor barang hingga ke Afrika, padahal ekspor bodong semata. Terjadinya kasus L/C fiktif BNI telah membuka masyarakat bahwa Letter of Credit sebagai satu sarana yang banyak dipakai dalam memperlancar transaksi perdagangan internasional sangat perlu dipelajari secara mendalam oleh semua yang terlibat dalam perdagangan internasional. Dalam era globalisasi kelak, dapat diyakini bahwa peranan Letter of Credit sebagai sarana pembayaran internasional, bukannya akan berkurang, malah akan memegang peranan yang lebih penting. L/C memegang peranan penting dalam perdagangan internasional dan akan terus merupakan instrumen yang paling ampuh dalam jasa-jasa perbankan.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Letter_of_credit

http://www.lawskripsi.com/index.php?

option=com_content&view=article&id=206&Itemid=206

http://priohimawan.blogspot.com/2015/06/letter-of-credit.html

Pengertian Kliring dan Konsep Kliring.

Pengertian Kliring dan Konsep Kliring.

Kliring adalah penyelesaian utang piutang antar bank-bank peserta kliring yang berbentuk surat-surat berharga. Kliring (dari bahasa Inggris clearing) sebagai suatu istilah dalam dunia perbankan dan keuangan menunjukkan suatu aktivitas yang berjalan sejak saat terjadinya kesepakatan untuk suatu transaksi hingga selesainya pelaksanaan kesepakatan tersebut. Kliring sangat dibutuhkan sebab kecepatan dalam dunia perdagangan jauh lebih cepat daripada waktu yang dibutuhkan guna melengkapi pelaksanaan aset transaksi. Kliring melibatkan manajemen dari paska perdagangan, pra penyelesaian eksposur kredit, guna memastikan bahwa transaksi dagang terselesaikan sesuai dengan aturan pasar, walaupun pembeli maupun penjual menjadi tidak mampu melaksanakan penyelesaian kesepakatannya. Proses kliring adalah termasuk pelaporan / pemantauan, marjin risiko, netting transaksi dagang menjadi posisi tunggal, penanganan perpajakan dan penanganan kegagalan.

Prinsip Kliring

Gambar : Prinsip Kliring Sistem kliring yang dilaksanakan BI saat ini sudah dapat berlangsung secara nasional melalui Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI). Maksudnya, proses kliring baik kliring debet maupun kliring kredit yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional.

Ruang lingkup kegiatan kliring: Melaksanakan kegiatan kliring atas semua transaksi bursa untuk produk ekuitas, derivatif dan obligasi pada bursa efek di Indonesia. ·                     Melaksanakan proses penentuan hak dan kewajiban anggota kliring yang timbul di transaksi bursa. Sistem Kliring Manual Sistem Kliring Manual adalah sistem penyelenggaraan kliring lokal yang dalam pelaksanaan perhitungan, pembuatan Bilyet Saldo Kliring serta pemilahan warkat dilakukan secara manual oleh setiap peserta. Pada proses Sistem Manual, perhitungan kliring akan didasarkan pada warkat yang dikliringkan oleh Peserta kliring.

Gambar : Sistem Kliring Manual Tata cara ( Procedur ) Kliring Manual secara sederhana yaitu :

1.  Warkat dicatat dalam list kliring sesuai bank peserta kliring

2.  Nominal di list kliring dibuatkan rekapitulasi kliring

3.   Atas penyerahan kliring dimuatkan bilyet kliring ke Bank Indonesia beserta warkat penyerahan.

4.  Menerima warkat penarikan kliring on hand dari bank lain beserta bilyet dan rekap warkat penarikan kliring. Saat ini pengaturan mengenai sistem manual terdapat dalam Surat Edaran Bank Indonesia No. 2/7/DASP tanggal 24 Februari 2000 perihal Penyelenggaraan Kliring Lokal Secara Manual.

Pada sistem Manual, pelaksanaan fungsi-fungsi kliring seluruhnya dilakukan secara manual, dengan ciri-ciri sebagai berikut :

1.  Perhitungan kliring dan pemilahan/penyampaian warkat dilakukan oleh semua peserta;

2.  Pembuatan dan pencocokan rincian Daftar Warkat Kliring, penyusunan Neraca Kliring serta pembuatan Bilyet Saldo Kliring dilakukan oleh Peserta;

3.  Penyusunan Neraca Kliring Penyerahan dan Pengembalian Gabungan dilakukan oleh Penyelenggara;

4.  Identitas peserta menggunakan nomor urut kelompok;

5.   Menggunakan warkat baku, namun dapat menggunakan standar kertas sekuriti yang lebih rendah bila dibandingkan dengan warkat baku pada sistem otomasi dan elektronik;

6.  Kesalahan perhitungan lebih sering terjadi;

7.  Memiliki wakil peserta sekurang-kurangnya 2 (dua) orang yang mempunyai kewenangan untuk membuat, mengubah dan menandatangani Daftar Warkat Kliring Penyerahan/Pengembalian, Neraca Kliring Penyerahan/Pengembalian, Bilyet Saldo Kliring serta menandatangani dan mencantumkan nama jelas sebagai tanda terima pada Daftar Warkat Kliring Penyerahan/Pengembalian yang diterima dari peserta lain. Sistem Kliring Elektronik Yaitu kliring lokal yang dalam perhitungan dan pembuatan bilyet saldo kliring berdasarkan data elektronik yang disertai dengan penyerahan warkat bank peserta kliring kepada penyelenggara kliring (Bank Indonesia) untuk diteruskan kepada bank penerima.

Gambar : Sistem Kliring Elektronik Tata Cara (Procedure) Kliring Elektronik :

1.  Pertama mempersiapkan warkat umum mekanisme dan dokumen kliring meliputi pemisahan warkat menurut Janis transaksinya, pembubuhan stempel kliring dan pencantuman informasi MICR code line baik pada warakt maupun pada dokumen kliring.

2.  Selanjutnya Bank Pengirim merekam data warkat kliring ke dalam system TPK dengan menggunakan mesin reader encoder atau meng-input data warkat untuk mngehasilkan DKE.

3.   Kemudian mengelompokkan warkat dalam batch kemudian menyusulkan dalam bundel warkat yang terdiri dari : BPWD/BPWK; Lembar Substansi; Karti Batch Warkat Debet/Kredit;Warkat Debet/Kredit.

4.    Lalu mengirimkan batch DKE secara elektronik melalui JKD ke SPKE di penyelenggara. Fisik warkat dari DKE selanjutnya dikirim ke penyelenggara untuk dipilah berdasarkan bank tertuju secara otomasi dengan menggunakan mesin baca pilah berteknologi image.

5.    Kemudian peserta dapat melihat status DKE di TPK maisng-maisng, apakah pengiriman tersebut sukses atau gagal.

6.     Lalu SPKE akan memproses DKE yang diterima secara otomatis setelah batas waktu transmit DKE berakhir.

7.     Selanjutnya SPKE akan men-broadcast informasi hasil kliring kepada seluruh TPK sehingga peserta dapat secara on-line melihat posisi hasil kliring melalui TPK.

8.     Terakhir hasil perhitungan DKE tersebut (Bilyet Saldo Kliring) selanjutnya dibubukan ke rekening giro masing-masing bank di system Bank Indonesia Real Time Gross Sttlement (system BI-RTGS).

Mekanisme Kliring  Pertemuan kliring dilakukan dalam dua tahap yaitu : a.    Kliring Penyerahan Kegiatan yang perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum kliring penyerahan adalah :

1.   Warkat di cap yang memuat sebutan “kliring” dan dicantumkan nomor kode kelompok peserta

2.      Persetujuan penyelenggara dan peserta lain Langkah-langkah selanjutnya adalah :

1.      Warkat-warkat dikelompokkan sesuai peserta. Warkat-warkat tersebut dapat digolongkan menjadi : ·         Warkat kliring yang diserahkan oleh masing-masing peserta, yaitu : Ø  Nota Debet Keluar yaitu warkat yang disetorkan oleh nasbah suatu bank untuk keuntungan rekening nasbah tersebut. Ø  Nota Kredit Keluar yaitu warkat pembebanan ke rekening nasabah yang menyetorkan untuk keuntungan rekening nasabah bank lain. ·         Warkat kliring yang diterima dari peserta lain, yaitu : Ø  Nota Debet Masuk yaitu warkat yang diserahkan oleh peserta lain atas beban nasabah bank yang menerima warkat. Ø  Nota Debet Keluar yaitu warkat yang diserahkan oleh peserta lain untuk keuntungan nasabah bank yang menerima warkat.

2.      Warkat debet dan kredit dirinci nilai nominalnya dalam suatu daftar.

3.      Nilai nominal dan banyaknya warkat dalam daftar kliring di jumlahkan.

4.      Serah terima warkat kliring yang telah ditandatangani oleh wakil peserta kliring 5.      Apabila terjadi perbedaan pendapat mengenai dapat tidaknya warkat diperhitungkan          dalam kliring, maka keputusan akhir diserahkan kepada penyelenggara. 6.      Penyusunan neraca kliring penyerahan yang ditandatangani dan dibubuhi nama peserta kliring dengan jelas.

7.      Wakil peserta kliring kembali ke bank masing-masing untuk menentukan layak tidaknya warkat-warkat yang diterima dari bank lain untuk diselesaikan.

Contoh Mekanisme Kliring : Terdapat 2 buah bank umum nasional yaitu SITIBANK dan KARMANBANK. Keduanya memiliki asset yang sama-sama disimpan disuatu tempat yakni Bank Indonesia. Seluruh asset yang di simpan di BI disebut Rekening Koran (R/K pada BI). BI mencatat R/K SITIBANK dan R/K KARMANBANK pada kolom Liability(kredit).

Kedua bank pun memiliki pembukuan yakni R/K pada BI dicatat di sisi Asset dan disisi Liability terdapat tabungan, giro, deposito, dan simpanan masyarakat lainnya. Sebuah kasus misalnya : SITIBANK memiliki seorang nasabah yang bernamaGino, ia mengirimkan cek sebesar Rp. 10 jt kepada Atun nasabah KARMANBANK. Atun mencairkan cek tersebut di KARMANBANK, lalu KARMANBANK melakukan perubahan pembukuan menjadi R/K pada BIdicatat di kolom debet dan  tabungan Atun Rp. 10 jt dikolom kredit.  Begitu pula SITIBANK melakukan perubahan pembukuan pada rekening Gino menjadi Giro Gino pada kolom Debet dan R/K pada BI dikolom Kredit. Proses pemindahn giro berupa cek dari bank lain disebut Pinbuk Kredit. PadaBI R/K SITIBANK danR/K KARMANBANK dicatat disisi Liability. Lalu karena KARMANBANK mengirimkan surat ke SITIBANK melalui BI yang disebut Nota Debet Keluar, maka terjadi perubahan jumlah R/K KARMANBANK di BI menjadi bertambah, kemudian SITIBANK menerima surat dari KARMANBANK melalui BI yang menyatakan bahwa sudah terjadi transaksi pencairan cek sebesar Rp. 10 jt dari nasabah Gino kepada Atun nasabah KARMANBANK, surat tersebut adalah Nota Debet Masuk, lalu SITIBANK melakukan perubahan rekening pada BI menjadi berkurang. Kasus lain misalnya : Atun mengambil tabungan sebesar Rp.20 jt pada KARMANBANK, lalu KARMANBANK melakukanperubahan pembukuan menjadi Tab. Atun pada sisi Debet Rp.20 jt dan R/K pada BI disisi Kredit Rp.20 jt. Lalu KARMANBANK mengirimkan surat yaitu Nota Kredit Keluaryang menyatakan bahwa telah terjadi transaksi pada rekening Atun maka BI melakukan perubahan pembukuan R/K KARMANBANK menjadi R/K KARMANBANK pada sisi Debet dan R/K SITIBANK pada sisi Kreditsebesar Rp.20 jt. Lalu BI mengirimkan Nota Kredit Masuk pada SITIBANK ini menjadi tolakan kliring, lalu SITIBANK melakukan perubahan pembukuan menjadi R/K pada BI pada sisi Debet Tab.

Gino pada sisi Kredit sebesar Rp. 20 jt. Kasus : Pada suatu hari Atun yang mempunyai tabungan di Bank BRI Jakarta dan harus mengirimkan sejumlah uang kepada Joko yang mempunyai rekening di  BPD Papua. Dari ilustrasi di atas, kita ketahui bahwa Atun dan Joko mempunyai rekening pada bank yang berbeda. Selain Bank yang berbeda, tempat kedua bank tersebutpun berbeda pula. Oleh karena perbedaan tersebut, kedua bank  harus mencari dimana suatu wilayah atau daerah terdapat kedua bank tersebut, skema alurnya akan diperlihatkan sebagai berikut : Gambar 1. Skema Alur Transaksi Jika Kedua Bank dan Wilayahnya Berbeda. Setelah ditelusuri, tenyata di wilayah Makasar terdapat kedua bank tersebut berdiri. Disanalah akan terjadi proses transaksi kliring. Tapi sebelumnya BRI Jakarta tempat Atun menyimpan uangnya akan mentrasfer sejumlah uang ke BRI Makasar dengan mengurangkan jumlahnya pada di Rekening Antar Kantor dan mengurangkannya pula pada tabungan Atun. Kemudian, BRI Makasar akan melakukan sistem kliring antara BRI Makasar dengan BPD Makasar. Jumlah uang yang telah dikirimkan melalui proses kliring akan masuk kedalam R/K pada BI atas nama bank BPD Makasar, kemudian BPD Makasar akan merntransfer uang itu ke BPD yang ada di Papua dimana Joko memiliki akun rekening tabungan. Jurnal pencatatan di setiap bank dapat di lihat pada gambar diatas.

CEK

Cek adalah perintah tertulis nasabah kepada bank untuk menarik dananya sejumlah tertentu atas namanya atau atas unjuk.

Jenis-jenis Cek

Cek Atas Nama

Merupakan cek yang diterbitkan atas nama seseorang atau badan hukum tertentu yang tertulis jelas di dalam cek tersebut. Sebagai contoh jika di dalam cek tertulis perintah bayarlah kepada: Tn. Roy Akase sejumlah Rp 3.000.000,- atau bayarlah kepada PT. Marindo uang sejumlah Rp 1.000.000,- maka cek inilah yang disebut dengan cek atas nama, namun dengan catatan kata “atau pembawa” dibelakang nama yang diperintahkan dicoret.

Cek Atas Unjuk

Cek atas unjuk merupakan kebalikan dari cek atas nama. Di dalam cek atas unjuk tidak tertulis nama seseorang atau badan hukum tertentu jadi siapa saja dapat menguangkan cek atau dengan kata lain cek dapat diuangkan oleh si pembawa cek. Sebagai contoh di dalam cek tersebut tertulis bayarlah tunai, atau cash atau tidak ditulis kata-kata apa pun.

Cek Silang

Cek Silang atau cross cheque merupakan cek yang dipojok kiri atas diberi dua tanda silang. Cek ini sengaja diberi silang, sehingga fungsi cek yang semula tunai berubah menjadi non tunai atau sebagai pemindahbukuan.

Cek Mundur

Merupakan cek yang diberi tanggal mundur dari tanggal seka¬rang, misalnya hari ini tanggal 01 Mei 2002. Sebagai contoh. Tn. Roy Akase bermaksud mencairkan selembar cek dan di mana dalam cek tersebut tertulis tanggal 5 Mei 2002. jenis cek inilah yang disebut dengan cek mundur atau cek yang belum jatuh tempo, hal ini biasanya terjadi karena ada kesepakatan antara si pemberi cek dengan si penerima cek, misalnya karena belum memiliki dana pada saat itu.

Cek Kosong

Cek kosong atau blank cheque merupakan cek yang dananya tidak tersedia di dalam rekening giro. Sebagai contoh nasabah Tn. Rahman Hakim menarik cek senilai 60 juta rupiah yang tertulis di dalam cek tersebut, akan tetapi dana yang tersedia di rekening giro tersebut hanya ada 50 juta rupiah. Ini berarti kekurangan dana sebesar 10 juta rupiah, apabila nasabah menariknya. Jadi jelas cek tersebut kurang jumlahnya dibandingkan dengan jumlah dana yang ada. Bagian-bagian dalam cek Keterangan yang ada di dalam suatu cek :

1. Ada tertulis kata-kata Cek atau Cheque

2. Ada tertulis Bank Penerbit (Bank Matras)

3. Ada nomor cek

4. Ada tanggal penulisan cek (di bawah nomor cek)

5. Ada perintah membayar ” bayarlah kepada……. atau pembawa”

6. Ada jumlah uang (nominal angka dan huruf)

7. Ada-tanda tangan dan atau cap perusahaan pemilik cek

SUMBER :

http://oppie21.blogspot.com/2012/07/pengertian-kliring-dan-konsep-kliring.html http://id.wikipedia.org/wiki/Cek https://laillamardianti.wordpress.com/2012/06/04/contoh-kasus-sistem-kliring/ http://rahayupuji789.blogspot.com/2011/03/mekanisme-kliring.html http://id.wikipedia.org/wiki/Kliring
http://priohimawan.blogspot.com/2015/06/pengertian-kliring-pada-bank.html

6. Ada jumlah uang (nominal angka dan huruf) 7.                  Ada-tanda tangan dan atau cap perusahaan pemilik cek

Copy the BEST Traders and Make Money (One Click) : http://ow.ly/KNICZ

Prosedur Kredit Pada Bank (Bank BNI)

Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, bank BNI memiliki program pinjaman tanpa jaminan/ agunan bagi masyarakat dengan nama BNI Fleksi.

Layanan BNI Fleksi ini memberikan platform pinjaman kepada masyarakat umum mulai dari Rp5.000.000 hingga Rp 50.000.000,00. Namun, bila Anda adalah nasabah BNI payroll maka batas maksimal pinjaman adalah Rp100.000.000,00.

Sesuai dengan namanya, layanan BNI Fleksi ini sangatlah fleksibel; baik dari periode pinjaman atau jumlah angsuran kredit yang harus dibayar tiap bulannya. Ada dua pilihan dasar perhitungan angsuran; yaitu berdasar gaji yang Anda terima setiap bulan atau berdasar besaran harga barang yang hendak Anda beli dengan uang pinjaman tersebut.

Sebelum mengajukan pinjaman, Anda dapat menggunakan kalkulator simulasi kredit pada situs resmi bank BNI. Kemudian pilih apakah Anda hendak mengajukan pinjaman berdasarkan jumlah gaji ataukah harga barang yang hendak Anda miliki dengan pinjaman tersebut.

Dengan memasukkan jumlah gaji pada kalkuatir simulasi, Anda akan mengetahui maksimal pinjaman yang bisa Anda terima beserta dengan prosentase bunga dan jumlah cicilan yang harus Anda bayarkan sesuai dengan jumlah bulan cicilan yang Anda inginkan. Sebagai gambaran, dengan gaji Rp6.000.000,00 maka Anda bisa mengajukan pinjaman maksimal sebasar Rp30.000.000,00 selama 24 bulan dengan cicilan Rp1.562.500,00/ bulan.

Pilihan kedua adalah mengajukan KTA sesuai dengan harga barang. Salah satu keuntungan pilihan ini, syarat minimal gaji dihitung berdasar besaran jumlah angsuran per bulan. Contoh, bila Anda mengajukan pinjaman sebesar Rp6.000.000,00 selama 24 bulan; maka jumlah angsuran yang harus Anda bayar adalah Rp312.500,00; dan minimal net gaji per bulan Anda adalah Rp781.250,00. Sangat ringan bukan?

Selain dari fleksibilitas waktu dan pembayaran yang sesuai kemampuan debitur, persyaratan untuk pengajuan kredit pun cukup mudah. Yang penting Anda adalah warga negara Indonesia (dibutikkan dengan Kartu Tanda Penduduk), berpenghasilan tetap minimal selama 2 tahun, dan berusia minimal 21 tahun serta maksimal 55 tahun saat jatuh tempo pembayaran kredit usai.

Berikut ini adalah info lengkap mengenai BNI FLEXI :

BNI FLEKSI

Produk layanan BNI Fleksi memberikan Anda kemudahan memperoleh kredit tanpa agunan.

Fasilitas

  • Kredit Rp5 juta s/d Rp50 juta (apabila payroll tidak melalui BNI) dan Rp100 juta (apabila payroll melalui BNI).

Keistimewaan

  • Suku Bunga Kompetitif,
  • Proses Cepat, Persyaratan Mudah,
  • Jangka waktu yang fleksibel hingga 5 tahun,
  • Maksimum pinjaman Rp. 100 juta*Manfaat
  • Leluasa dalam pemanfaatan
  • Fleksibel jangka waktu pembayaran maksimal 5 tahun atau disesuaikan dengan kemampuan.

Persyaratan

  • Warga Negara Indonesia,
  • Berpenghasilan tetap,
  • Masa kerja minimal 2 tahun,
  • Usia minimal 21 tahun dan pada usia 55 tahun kredit sudah lunas.
  • Mengisi formulir dan melengkapi dokumen penunjang.

Persyaratan Dokumen

  • FC KTP (Suami Istri)
  • FC Kartu Keluarga
  • FC Surat Nikah
  • Asli Surat Keterangan Kerja & Slip Gaji
  • Asli SK Pengangkatan Pegawai terakhir atau Asli Kartu Taspen (bagi pegawai negeri) atau asli ijazah terakhir.
  • Pas Foto 4×6 (Pemohon : Suami/Istri)
  • FC Rek 3 Bln Terkahir
  • FC NPWP Pribadi / SPT PPh 21 (untuk plafon kredit >Rp50 juta)

Sumber :